Cari Disini

Jumat, 21 Agustus 2009

Bagian Putih Pada Pangkal Kuku

Kalo kita perhatiin, di pangkal kuku jari kita ada bagian yg berwarna putih berbentuk bulan sabit. Biasanya, bulan sabit ini jelas kliatan di kuku jari jempol. Trus sebenernya kenapa ada bagian putih itu di pangkal kuku kita? Mari kita cek dengan seksama....


Yaap..ternyata bagian putih yg ada di daerah pangkal kuku jari kita itu namanya adalah lunula (lunule). Kata lunula itu sendiri berhubungan dengan bentuk bulan sabit atau half-moon. Lunula merupakan udara terperangkap yg tidak bisa naik ke bagian atas kuku karena perlekatan yg kuat antara kuku dan kulit di bagian bawahnya di luar lunula.




Lunula dapat menggambarkan kondisi kesehatan dan penyakit yg ada di dalam tubuh kita, seperti penyakit ginjal, paru, liver, gangguan jantung, dll. Perbedaan dan perubahan warna serta bentuk yg terjadi pd lunula dapat mengindikasikan penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. Menurut beberapa sumber, beberapa hubungan tanda2 pd lunula dengan kesehatan manusia adalah :
Pada ibu jari
- amati: bulan sabit pada pangkal kuku ibu jari
- pertanda: semakin banyak putihnya semakin subur orang tersebut (khusus wanita )
- pada pria menandakan kerja ginjal, semakin banyak bulan sabitnya, semakin keras kerja ginjal (tergantung letaknya dikanan atau dikiri)
Pada jari yg lain
- amati: bulan sabit pada pangkal kuku selain ibu jari
- pertanda: semakin banyak putihnya semakin lemah libido seseorang


Baca Selengkapnya

Tentang Telinga

Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.

Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh “kotoran telinga”. Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan “kotoran telinga”. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

“Kotoran telinga” sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru “kotoran telinga” itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar.

Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.


Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga.

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur’an: “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman.

Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102)


Image and video hosting by TinyPic Baca Selengkapnya

Senin, 30 Maret 2009

Allahuakbar.. Masjid-masjid yang Kokoh

Masih Ingat masjid ini






Itu adalah masjid Mesjid Ramatullah, Lampuuk, Lhok Nga Aceh yang berdiri kokoh walaupun diterjang tsunami tahun 2004 yang lalu

Alloh SWT sungguh Tuhan Yang Maha Besar, Ia menunjukkan kebesarannya bukan saya pada hasil ciptaanNya namun juga kehendakNya...


Peristiwa serupa namun lebih kecil baru saja terjadi pada Situ Gintung hari kemaren, dimana sebuah masjid Alloh SWT kehendaki tetap berdiri kokoh bagai tak tersentuh air bah yang begitu buas menerjang...

Berikut gambar dari masjid tersebut




Namanya masjid Masjid Jabalur Rahman

Berikut sedikit beritanya

TANGERANG -- Masjid Jabalur Rahman yang berada sekitar 50 meter dari tanggul Situ Gintung yang jebol, tetap berdiri kokoh meski sebagian besar bangunan di sekitarnya rusak berat diterjang air bah dari danau itu Jumat kemarin.

Wartawan ANTARA yang mengujungi masjid itu Minggu melaporkan, nyaris tidak ada kerusakan pada masjid bercat putih yang tingginya sekira 10 meter tersebut.

Sementara berbagai bangunan di sekitarnya rusak berat, bahkan ada yang luluh lantak dan tengah dibersihkan oleh tim SAR gabungan. "Saya tak tahu, mungkin ini mukjizat," kata seorang warga, Ade (26).

Ade yang datang dari daerah Ciledug, Tangerang, itu juga tidak habis pikir mengapa masjid tersebut tidak mengalami kerusakan seperti berbagai bangunan rumah di sampingnya.

Menurut warga lainnya, Maji (50), masjid itu baru dibangun sekitar setengah tahun silam. Fenomena masjid yang masih tegak berdiri itu mengingatkan dirinya kepada kejadian yang serupa pada saat tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004.

Sementara itu, Karti (45) mengatakan, tanggul jebol pada Jumat (27/3) dini hari hampir bersamaan dengan dilantunkannya azan Subuh.

"Setelah mengetahui tanggul jebol, orang-orang baik yang di rumah maupun dalam masjid langsung berlarian ke atas," kata wanita yang tinggal tepat di seberang Masjid Jabalur Rahman itu.

Ia juga memaparkan, korban yang meninggal dari warga yang tinggal di sekitar masjid tersebut hanya satu orang.

Masjid Jabalur Rahman yang terletak di dekat Jalan Kampung Gunung itu sendiri kini kerap menjadi "buah bibir" bagi warga yang berkunjung ke lokasi bencana.

Sedangkan di sekitar masjid yang dipenuhi ribuan warga itu juga tampak petugas Tim SAR gabungan yang sedang membersihkan puing-puing dari berbagai bangunan di sekitarnya. - ant/ahi
Baca Selengkapnya

Rabu, 04 Maret 2009

Lumba-Lumba Berwarna Pink - Pink Dolphin

The world's only pink Bottlenose dolphin which was discovered in an inland lake in Louisiana, USA, has become such an attraction that conservationists have warned tourists to leave it alone.



Lumba-lumba albino berwarna pink yang langka ditemukan di Danau Calcasieu di Louisiana, Amerika Serikat

Pemilik kapal Kapten Erik Rue, 42, foto binatang, yang sebenarnya adalah jenis albino, ketika ia mulai mempelajari mamalia pertama yang muncul ke permukaan di Danau Calcasieu, sebuah pedalaman saltwater muara, utara dari Teluk Meksiko di barat daya Amerika Serikat.

Capt Rue awalnya melihat lumba-lumba, yang memiliki kemerahan mata, berenang dengan empat lumba-lumba lainnya, dengan satu muncul menjadi ibu-nya yang berada disamping kiri.


Ia berkata: "Saya baru saja melihat sekelompok dari lumba-lumba, dan saya perhatikan satu yang sedikit lebih terang.

"Itu lumba lumba benar-benar berwarna pink.

"Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti itu. Ada warna yang sama di seluruh sepanjang tubuhnya dan seperti baru saja di cat.

"Lumba-lumba itu nampaknya sehat dan normal selain dengan pewarnaan yang cukup cantik dan stunningly pink.

"Mamalia itu sepenuhnya pink dari ujung ke ekor dan telah menunjukkan kemerahan mata itu albinism. Kulit yang tampak halus, glossy pink dan tanpa flaws.

"Saya secara pribadi telah menemukan lumba-lumba berwarna pink 40 sampai 50 kali dalam waktu sejak awal pengamatan karena ternyata diambil tinggal dengan keluarga di Calcasieu kapal saluran.

"Seiring berjalannya waktu mamalia muda telah berkembang dan kadang-kadang menjauh dari ibunya untuk mencari pakan dan selalu bermain tapi tetap di sekitar perut.

"Mengejutkan, ia tidak muncul secara drastis yang akan terpengaruh oleh lingkungan seperti sinar matahari atau mungkin diharapkan dengan mempertimbangkan kondisi, meskipun cenderung untuk tetap berada di bawah permukaan perut induknya sedikit lebih dari yang lain."

Regina Asmutis-Silvia, senior biologi dengan Dolphin Whale dan Perlindungan Masyarakat, mengatakan: "Saya tidak pernah melihat dolphin diwarnai dengan cara ini, dalam karir saya.

"Lumba lumba itu benar-benar indah tetapi orang harus berhati-hati, seperti lumba-lumba lainnya, untuk menghormati, mengamati dari kejauhan, batas waktu mereka menonton, tidak mengejar atau mengusik

"Saat ini terlihat hewan pink itu adalah jenis albino yang dapat anda perhatikan baik-baik dengan mata.

"Albinism adalah sifat genetis dan tidak jelas mengenai jenis binatang albinism ini diwariskan."

hubungan yang dekat lumba-lumba di Botos Sungai Amazon, yang disebut lumba-lumba merah muda, tinggal di Amerika Selatan di Amazon.

from forum
Baca Selengkapnya

Rabu, 25 Februari 2009

Planet Helix , Dijuluki sebagai Planet Mata Tuhan

Berikut gambar-gambar planet tersebut














Begitu Indahnya... Subhanalloh





Image and video hosting by TinyPic Baca Selengkapnya

Rabu, 04 Februari 2009

Manusia Berkeringat darah


Wajarnya tubuh mengeluarkan darah jika terluka. Namun, kondisi yang dialami Twinkle Dwivedi, remaja berusia 13 tahun asal India, luar biasa aneh. Tanpa tergores sedikit pun, tubuhnya mengeluarkan darah. Bisa dibilang, remaja itu berkeringat darah.

Bukan hal aneh bagi keluarganya melihat darah meleleh dari mata, hidung, leher, dan telapak kaki Twinkle. Kadang kondisinya sangat buruk, seperti ketika bangun tidur dengan seluruh tubuhnya tertutupi darah kering.

Akibat kondisi itu, Twinkle harus menjalani transfusi darah berulang kali. Tetangga-tetangganya di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, yakin Twinkle mendapat kutukan karena pernah melontarkan makian di jalan.

Keluarga Dwivedi telah pergi ke segala tempat untuk menyembuhkan Twinkle. Mereka mencari bantuan kepada banyak dokter, dukun, serta para agamawan. Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan obat untuk putri mereka tercinta.

“Saya putus asa,” kata Nandani, ibu Twinkle. “Kami tidak percaya takhyul, tapi sekarang kami benar-benar putus asa. Kami sudah ke kuil, masjid, gereja, maupun orang suci sufi. Namun, tak ada yang bisa menyembuhkannya.”


“Mereka (para dokter di India) mengatakan tak pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya. Salah seorang dokter malah menuduh kami mengada-ada,” tukas Aditya Kuma Dwivedi, ayah Twinkle yang bekerja sebagai pegawai kereta api.

Tahun lalu, Twinkle tak berbeda dengan manusia normal lain. Remaja putri itu suka menggambar dan bermain dengan teman-temannya. Penderitaannya dimulai pada Juli 2007 saat mulutnya tiba-tiba mengeluarkan darah.

Dokter berpendapat, Twinkle terkena bisul biasa. Namun, beberapa minggu kemudian, pendarahan itu kembali muncul. Kali ini dari hidung, mata, kaki, dan pangkal rambutnya. Sejak itu kulitnya mengeluarkan darah lima sampai 20 kali sehari.

Foto


“Saya benar-benar takut. Ini tidak sakit, tapi menakutkan dan kotor. Teman-teman menganggap saya menjijikkan,” ungkap Twinkle. “Baju sekolah saya juga menjadi berwarna merah. Tidak ada yang mau dekat-dekat atau bermain dengan saya.”

Dulu Twinkle mengaku sering menangisi kondisinya, ketika kulitnya mulai mengeluarkan darah. “Tapi sekarang saya hanya diam saja,” katanya. Karena kelainan itu, Twinkle berulang kali pindah sekolah. Beberapa sekolah menolak karena kondisinya yang aneh itu. Kini dia hanya belajar di rumah dan jarang bergaul dengan anak-anak lain.
Baca Selengkapnya

Minggu, 01 Februari 2009

Proses Menetasnya Sang Penyu

Gambar 1





Gambar 2




Gambar 3




Gambar 4




Alangkah Indahnya... Subhanalloh Baca Selengkapnya